
MTsN 8 Muaro Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam menumbuhkan budaya literasi di lingkungan madrasah. Kali ini, sebuah karya membanggakan lahir melalui kolaborasi antara guru dan siswa dalam penerbitan buku antologi berjudul Di Tanah Retak Berpijak.
Buku tersebut merupakan hasil sinergi antara guru matematika MTsN 8 Muaro Jambi, Ade Fitria Susanti, S.Pd., bersama salah satu siswi kelas IX, Nursyifa Humayroh Prasetianingrum. Kehadiran buku ini menjadi bukti bahwa semangat berkarya dapat tumbuh dari lingkungan madrasah ketika guru dan siswa saling mendukung dan menginspirasi.
Melalui proses menulis yang penuh semangat dan ketekunan, keduanya berhasil menghadirkan tulisan yang sarat makna, refleksi, serta pesan kehidupan. Karya ini tidak hanya menjadi bentuk pencapaian pribadi, tetapi juga diharapkan mampu memotivasi siswa lainnya untuk berani berkarya, menuangkan ide, dan mengembangkan potensi diri melalui dunia literasi.
Ade Fitria Susanti, S.Pd. menyampaikan bahwa menulis adalah ruang untuk belajar berpikir, merasakan, dan menyampaikan pesan kepada banyak orang. “Menulis itu proses belajar. Saya ingin siswa percaya bahwa karya mereka juga layak dibaca dan diapresiasi. Semoga buku ini bisa menjadi penyemangat bagi siswa lain untuk mulai berani menulis,” ujarnya
Sementara itu, Nursyifa Humayroh Prasetianingrum merasa bangga dapat terlibat langsung dalam proses penerbitan buku sejak usia sekolah. pengalaman ini tentu menjadi hal berharga karena tidak semua siswa memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses menerbitkan buku.
Prestasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala MTsN 8 Muaro Jambi, Leni Sartika, S.E., M.Pd. Beliau mengaku bangga atas lahirnya karya tersebut dan berharap budaya literasi di madrasah terus berkembang.
“Saya sangat mengapresiasi semangat guru dan siswa yang sudah menghadirkan karya ini. Ini bukan hanya kebanggaan bagi diri mereka sendiri, tetapi juga kebanggaan bagi MTsN 8 Muaro Jambi. Semoga ke depan semakin banyak siswa yang termotivasi untuk berkarya dan mengembangkan potensi dirinya,” ungkap beliau
Melalui hadirnya Di Tanah Retak Berpijak, MTsN 8 Muaro Jambi kembali menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat lahirnya ide, kreativitas, dan mimpi-mimpi besar para siswa dan guru. (Tim Humas)
|
106x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...