
Muaro Jambi, 13 Maret 2025- Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 8 Muaro Jambi menggiatkan program sholat dhuha dan tadarus tahfiz Al-Quran sebelum memulai kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadhan 1446 H. Program yang biasanya hanya dilaksanakan pada hari Selasa dan Rabu, kini diintensifkan menjadi setiap hari selama bulan suci Ramadhan.
Kepala MTsN 8 Muaro Jambi, Andries Afni, S.Pd. menjelaskan latar belakang intensifikasi program tersebut. "Bulan Ramadhan adalah momentum tepat untuk meningkatkan ibadah dan pembentukan karakter religius siswa. Karena itu, kami mengintensifkan sholat dhuha dan tadarus tahfiz yang biasanya hanya dilaksanakan Selasa dan Rabu menjadi setiap hari selama Ramadhan," ujarnya.

Program harian ini dimulai pukul 08.00 WIB dengan pelaksanaan sholat dhuha di masjid Darun Naim. Setelah itu, para siswa melanjutkan dengan tadarus dan tahfiz Al-Quran hingga pukul 09.00 WIB.
Humas MTsN 8 Muaro Jambi, Vhasshetha Indri Prathiwi, S.Pd. menerangkan bahwa perubahan frekuensi kegiatan ini mendapat sambutan positif dari siswa. "Meski kegiatan ini menjadi lebih sering di bulan Ramadhan, kami justru melihat antusiasme yang tinggi dari siswa. Mereka datang lebih pagi dan bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan," jelasnya.
"Kami sempat khawatir perubahan dari hanya dua hari menjadi setiap hari akan memberatkan siswa, terutama saat puasa. Namun ternyata hal ini justru membantu mereka dalam menjalani ibadah puasa dengan lebih khusyuk," tambahnya.
Ade Fitria Susanti, S.Pd., Kepala Bidang Kurikulum MTsN 8 Muaro Jambi, menegaskan bahwa intensifikasi kegiatan ini tidak mengganggu pencapaian target kurikulum. "Kami telah melakukan penyesuaian pada jadwal dan metode pembelajaran agar lebih efektif. Meskipun waktu belajar sedikit berkurang, kualitas pembelajaran tetap terjaga dan siswa tetap semangat belajar meski sedang puasa," paparnya.

Purnama, S.Pd.I., Kepala Bidang Kesiswaan menambahkan bahwa program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan ibadah siswa di bulan Ramadhan. "Kami melihat perubahan sikap yang signifikan. Program ini cukup efektif dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa selama bulan suci Ramadhan. Siswa lebih rajin beribadah, lebih disiplin dalam menjalankan sunnah, dan yang mengejutkan, semangat mereka dalam mendekatkan diri kepada Allah semakin meningkat," ungkapnya.
Andries Afni, S.Pd mengungkapkan bahwa program ini merupakan bagian dari pembelajaran holistik yang tidak hanya fokus pada aspek akademik, tapi juga spiritual. "Ramadhan bukan alasan untuk menurunkan standar pembelajaran. Justru dengan kegiatan spiritual yang tepat, siswa bisa tetap produktif dan semangat belajar meski sedang berpuasa," terangnya. (humas-vp)
|
62x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...